Coretan Dinding

"...kata Shakespeare apalah arti sebuah nama, tapi bagiku nama adalah doa. Indah Purnama; nama yang melambangkan eksistensi Tuhan. Karena-Nya aku masih melangkah mengarungi samudera ilahi tanpa batas, karena-Nya aku ada..."

Sabtu, September 24, 2011

Gadis Kecil

Masih tentang gadis kecil. Entah ini sekuel yang keberapa. Aku tak pernah menanyakan tentang sekuel kisahnya, yang jelas aku hanya terus mengikuti langkahnya kemanapun ia berpijak tanpa menanyakan sekuel dari kisahnya.

Tak ada yang istimewa darinya, dirinya sangatlah sederhana. Parasnya tak secantik Aisyah, kekayaannya tak seperti Khadijah. Tapi bagiku ia adalah segalanya. Aku sangat suka dengan dirinya yang manja. Namun, ada sesuatu yang hilang darinya ketika aku menemuinya beberapa pekan ini.

 

 Sore ini kembali kutemui dirinya di tempat biasa. 
--Saat kutemui dirinya yang tengah termenung di bawah pohon ketapang yang megah, alisnya nampak berkerut, telapak tangannya yang biasa melambai kini menjadi sandaran untuk dagunya. Ketika bibirku menyapa, ia hanya terdiam. Jangankan isyarat, sepenggal katapun tak kudengar dari bibir manisnya. Ketika kutanyakan kabarnya untuk hari ini, masih saja dengan raut wajah dan respon yang sama. Ini bukan pertama kalinya kutemui dirinya yang tengah termenung. Ini adalah kali kelimanya diantara Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat untuk pekan ini. Entah saya harus menghaturkan maaf atas kedatanganku atau berterima kasih atas ruang yang disisihkan selama ini untukku.-- 

Aku kesepian, wahai gadisku! Aku butuh cahayamu untuk terangi langkahku, aku kehilangan bayangan hidupku tanpamu. Haruskah aku mengadu pada cermin? Tapi bagaimana bisa aku bercermin tanpa cerminku. 
Seperti hari-hari kemarin, kau masih tetap berada disisiku tapi aku kehilangan jejak jiwamu. 
Wahai gadis kecilku, aku merindukan lekungan bibir manismu.Kapan lagi bisa kujumpai tawamu yang lepas! Wahai angin, sampaikan padanya "Ada sesorang merindukan dirinya yang dulu".

Selamat datang lara! Entah sampai kapan lara ini mengendap dalam batinku hanya karenamu, Gadis kecilku. Maukah kau memberikan cermin itu kembali padaku dengan bibir tersenyummu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar