Senaaaaaang sekali bisa melangkahkan kaki dan berpijak di dunia ini, punya mereka yang selalu memahami saya, dan mengerti dengan ketidakberadaanku. Tuhan itu Maha Adil, saya yakin itu. ;-)
Sangaaaaaaaaat bersyukur dianugerahi mereka. Tuhan, terima kasih! Entah bagaimana saya harus membalasnya. Entah sujud dan ibadahku cukup atau tidak untuk ku persembahkan.
Saya sangat bersyukur dengan ketidaksempurnaan yang Engkau anugerahkan kepadaku, Tuhan. Dengan ketidaksempurnaanku kau mengajariku melengkapi satu dengan yang lain, berbaur dengan mereka untuk saling mengisi.
Aku tak perlu menjadi seperti dia. Seperti dia yang dilimpahkan kekayaan dunia, bergelimang harta, memangku jabatan, pintar, dan pandai dalam segala bidang. Aku sudah merasa cukup dengan dengan mutiara cinta yang Engkau tebarkan di duniaku, yang akan kusemai dan ku tuai bersama mereka.
Aku tak perlu seperti dia. Aku dan dia sama. Tak ada pembeda antara aku, dia, dan mereka. Aku, dia, dan mereka boleh berbeda dalam pandangan, tapi kita tetap satu dalam cinta. Hanya taqwa yang membedakan kita dengan Allah.
Bersyukuuuuuur punya orangtua seperti mereka. Meskipun aku tidak suka dengan cara mereka memanjakanku tapi aku banyak belajar dari cara mereka memberiku kasih sayang. Orangtuaku mengajarkanku untuk melihat ke bawah, bukan melihat ke atas. Mereka juga yang mengajarkankanku untuk membawa nama sendiri, bukan membawa nama mereka. Karena bukanlah seorang pemuda yang mengatakan ini orangtua saya tapi seorang pemuda adalah yang mengatakan inilah saya."Laesal Fataa, Mayyakula haza abii, walakinnal fataa, mayyakula haza anadaa"
Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur dalam nikmatnya.
Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua---aku, kamu, dia, dan mereka--- . Amin ya Rabb! ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar