Kurangkai kata dalam detak gelisah. Pelipisku mulai berkerut. Mutiara mulai bercucuran dari pelupuk mataku. Mungkin ini adalah air mata masam yang sesungguhnya. Tangis ini sungguh dari dasar hati yang paling dalam. Aku hampir tak sanggup.
Lihat, ini kesekian kalinya kau membuatku sakit. Tapi baru kali ini benar-benar sakitnya tak terperi. Hampir saja kau membuatku absurd seutuhnya dan sempurna. Apa ini yang namanya sayang? Sakit ini mulai meronta. Ku rasa kau tetap tak peduli. Sakit ini terus bermuara. Tetap saja kau hiatus. Diam dengan wajahmu yang tak tumpul, matamu yang tajam, dan kali ini menikamku secara terang-terangan dengan caramu yang sangat khas.
Kian ku tepis sakit ini. Semakin menelup ke dasar hati yang teramat dalam. Dalam teramat dalam. Jam berdetak kencang tak peduli dengan keadaanku. Darah mengucur deras dan air mataku ibarat air mancur yang terus mengukur. Jam dinding itu ikut hiatus. Sama sepertimu. Karena kutahu kau dan jam dinding tak jauh berbeda. Sama-sama tak berperikemanuasiaan. Sama-sama ciptaan-Nya yang tak bernyawa. Ya, kau adalah pisau. Ah kau telah menggoreskan luka di telunjukku. Sakit. :'D
jangan lupa di plester ya, qkqkqk...
BalasHapusAkakakakk. Thanks, Sun! ^_^
Hapusjadi ikut sedih,,,,,
BalasHapuscinta kepada manusia atau benda yang terlalu berlebihan itu nggak baik kata pak ustat,,he he he
Jiah, Bang, ini bukan tentang cinta. Ini keiris pisau pisau pisau, Bang. Hehe :'D
HapusCiee, curcol nih.
BalasHapusYaa, yg namanya berharap pada manusia, harus siap2 kecewa :)
Jiaaaaaaaaah kenapa larinya ke manuasia yaa, ini tentang aku yang tersakiti oleh pisau, Nis! Haha -__- Yasudahlah.. Thanks pencerahannya^_^
Hapusbenar itu apa kata ninis, yang berharap pada manusia siap2 kecewa, karena manusia itu gudang mengecewakan. Never ever give up indah. Semangatt ... oia selamat menunaikan ibadah puasa ya ... dan maaf baru bisa kunjung :)
BalasHapusNjee, Mas/Mba'. :-) Thanks a lot.. Tapi postinganku ini bukan tetang manusia loh. :-) Marhaban ya Ramadhan, maaf lahir batin!
Hapuswaduh melukai diri sendiri ya...
BalasHapushmm ceritanya bagus :), tapi kenapa di akhirnya ada emo nyengir? :)
Iya, Kak..
HapusHehe iya, kan lukanya Indah nikmatin kak jadi emotnya ngegir tapi sebenarnya pedih :D -_-
oooo begituuuu, baiklah hehe
HapusHehe iya, Kakanyaaaa ^_^
Hapussedih amait kak :(
BalasHapusBanget, Dek. Hehe tapi keep enjoying aja. -__- Hehe
Hapusuntung di telunjuk saja. tidak begitu sakit kan.. bersyukur tidak melukai pangkal leher atau ulu hati kan...
BalasHapusharus bersyukur.
Iya, Bang. Sykur alhamdulillah.. Hehe
Hapus"Too much will kill you" dari Queen bisa jadi terjadi. Luka hati karena kata kata dimana lagi cari obatnya. Ini kata orang loh
BalasHapusOheheh.. Okd, terima kasih, Kang!
HapusDiam dengan wajahmu yang tak tumpul,...nice word :)
BalasHapusLaa tahzan, Indah ^^
BalasHapushahhaa hiperbola. Alamaak aku ketipu. Kupikir ini cerita patah hati gitu, wew, hebat!
BalasHapus"tidaklah seorang mu'min tertimpa musibah, tertusuk duri atau lebih dari itu kecuali dengannya, Allah akan Menghapus dosa2nya" (Riwayat Bukhari)
BalasHapussalam sukses gan, bagi2 motivasi .,
BalasHapusnikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
ditunggu kunjungan baliknya gan .,.