Masih tentang 'Rasa Ini'.
Kau mungkin mencariku hanya ketika mendung bersenandung lirih dalam hatimu. Menjadikanku benteng kala hatimu roboh. Tapi bukan arti, aku adalah satu-satunya orang yang menggaransikan kebahagiaan.
Mungkin hadirku hanya sepintas dalam hidupmu, tapi bagiku sepintas itu bukan waktu yang singkat. Di dalamnya ada proses yang sampai detik ini membuatku sulit untuk menjedakan rasa ini.
Disini, aku menuliskan cerita, menyimpan harapan, berbalut rasa, dan membolak-balikkan kenangan. Aku seperti bisu mendadak menyusun huruf-huruf, tapi aku mengeluh pada bayang saja. Disini, aku berusaha semampuku merajut kekata untukmu dengan kepulan asap rindu. Aku rindu masamu dulu. Masamu mengatakan kebenaran secara lantang nan manis, lembut nan gemulai. Dulu. Hanya dengan memngingat ayat-ayat kejujuran darimu yang dulu itu, aku bisa
tersenyum meski hanya senyuman yang tak lebih dari hampa. Izinkan
aku tetap menyimpannya, izinkan aku tetap menyimpan memori indah darimu
yang dulu itu. Kau pergi begitu saja seperti lupa memberi satu mantra untukku. Mantra bagaimana aku rela
melepaskanmu.
Kadang aku ingin menjelma angin lalu terbang ke tempatmu,
mengendap-endap, memperhatikanmu dalam atmosfir perasaanmu. Ingin tahu
apa yang kau pikir, masih adakah selarik saja kenangan kita, masihkah kau menaruh secercah harapan, atau, adakah satu
huruf saja dari potongan namaku yang masih kau simpan dihati?
Mungkin jenuh telah bergumul pekat dalam hatimu kini. Logikamu telah sulit melukis bayangku dalam kanvas hatimu. Tapi sudahlah, kau tak perlu tahu bahwa aku masih saja merindukan kebenaranmu.
Mungkin ada beberapa potong kata yang percuma. Salah satunya mungkin kata ‘aku
merindukanmu yang dulu'. Tak ada bedanya saat terucap atau tidak, karena kau tetap
takkan peduli. Ego yang membukit, membuat kita
tak bisa menyatukan rasa seperti dulu.
Kini, mengetahui dari kejauhan saja tentang bahagiamu aku sudah sangat bahagia. Melihat gambarmupun sudah luar biasa bahagiaku. Kesuksesanmu yang kini melumbung, akan menjamin masa depanmu nanti. Semoga kau temui benteng yang lebih kokoh di kala gundah menyapamu, bunga yang lebih merekah, dan purnama yang lebih indah. :-)
wah wah dapet komen pertamax nih
BalasHapusRindu pada siapa Indah? :)
BalasHapusHmm, untaian kata yang bagus ^^
Penaku seakan menari mengikuti tiap kalimatmu.
Nice :)
luar biasa.. :)
BalasHapussebuah gambaran tentang rindu yang lekat.. :)
doakan yang disana menemukan cahayanya. disini, regar dan terus melangkah. esok akan lebih sejuk menyapa.
BalasHapusrindu itu sesuatu yang indah namun ada yang mengganjal benak pikiran jika tidak dipertemukan rindu tersebut menjadi sebuah kenyataan
BalasHapus. . waduch,, rindu ma sapa nich?!? eheeeemmm,, eheeeemmm,, he..86x . .
BalasHapusaamiin. semoga "kamu" yang dimaksud baca ini. :)
BalasHapussuatu saat entah kapan,,
BalasHapuspasi dia juga merindukan,, tak hanya sekedar mengingat atau memfikir kan
q jadi kangen sama seseorang nih jadinya ,, hehe :D
BalasHapus'rasa ini' kayak lagunya the titans sista :D, apakah arti lagunya juga sama dengan curhatan sista ? :D
BalasHapusKunjungan perdana, slam kenal :)
oo... aku kira judulnya belum pernah menjanda, jadi sempet shock...
BalasHapuskamu pandai berkata-kata y? kata-katamu keren...
Kata2nya bagus, sya suka dgn kata2nya.
BalasHapuswah indah orangx indah tulisannya,,,
BalasHapustapi bagaimna pun kata2 tidak bisa mewakilkan perasaan yg sedang begemuruh kerinduan,,,
nice post :)
BalasHapusditunggu kunjungan baliknya yaah ,
. . balik lagi. he..86x . .
BalasHapusya berarti istirahat perlu tuh.. break.. melihat dari jauh.. masalah akan lebih terlihat jelas dimana titik celahnya.. ehh gitu gak sih?!?! :(
BalasHapusWah,,rindu memang kadang merepotkan apalagi jika yg dirindukan tak peduli,sudah menanak hingga masak rindu malah beranjak seperti malam yang retak.siapa yg pedulu di katakan atau tidak
BalasHapushayooo rindunya sama siapa
BalasHapussangat suka dengan gaya tulisan seperti ini :))
BalasHapusmba indah yang matanya seperti purnama,hee,,hee baguss
BalasHapusrindu itu kadang bisa jadi badai ,hati-hati,,
salam mba
mampir lagi nih saya di siang hari bolong :p
BalasHapusSubhanallah tulisanmu rapi sekali dan mengalir.. suka!
BalasHapusMohon maaf lahir batin ya
Wah.. kata-kata nya mba bener-bener bagus, indah banget :')
BalasHapusoh ya, salam kenal mba, berkunjung ke tempat saya jika berkenan.. ^_^