Coretan Dinding

"...kata Shakespeare apalah arti sebuah nama, tapi bagiku nama adalah doa. Indah Purnama; nama yang melambangkan eksistensi Tuhan. Karena-Nya aku masih melangkah mengarungi samudera ilahi tanpa batas, karena-Nya aku ada..."

Senin, Juli 30, 2012

Seharipun (Rasa Ini) Belum Pernah Menjeda

Masih tentang 'Rasa Ini'. 
Kau mungkin mencariku hanya ketika mendung bersenandung lirih dalam hatimu. Menjadikanku benteng kala hatimu roboh. Tapi bukan arti, aku adalah satu-satunya orang yang menggaransikan kebahagiaan. 

Mungkin hadirku hanya sepintas dalam hidupmu, tapi bagiku sepintas itu bukan waktu yang singkat. Di dalamnya ada proses yang sampai detik ini membuatku sulit untuk menjedakan rasa ini.

Disini, aku menuliskan cerita, menyimpan harapan, berbalut rasa, dan membolak-balikkan kenangan. Aku seperti bisu mendadak menyusun huruf-huruf, tapi aku mengeluh pada bayang saja. Disini, aku berusaha semampuku merajut kekata untukmu dengan kepulan asap rindu. Aku rindu masamu dulu. Masamu mengatakan kebenaran secara lantang nan manis, lembut nan gemulai. Dulu. Hanya dengan memngingat ayat-ayat kejujuran darimu yang dulu itu, aku bisa tersenyum meski hanya senyuman yang tak lebih dari hampa. Izinkan aku tetap menyimpannya, izinkan aku tetap menyimpan memori indah darimu yang dulu itu. Kau pergi begitu saja seperti lupa memberi satu mantra untukku. Mantra bagaimana aku rela melepaskanmu.

Kadang aku ingin menjelma angin lalu terbang ke tempatmu, mengendap-endap, memperhatikanmu dalam atmosfir perasaanmu. Ingin tahu apa yang kau pikir, masih adakah selarik saja kenangan kita, masihkah kau menaruh secercah harapan, atau, adakah satu huruf saja dari potongan namaku yang masih kau simpan dihati? 

Mungkin jenuh telah bergumul pekat dalam hatimu kini. Logikamu telah sulit melukis bayangku dalam kanvas hatimu.  Tapi sudahlah, kau tak perlu tahu bahwa aku masih saja merindukan kebenaranmu. 

Mungkin ada beberapa potong kata yang percuma. Salah satunya mungkin kata ‘aku merindukanmu yang dulu'. Tak ada bedanya saat terucap atau tidak, karena kau tetap takkan peduli. Ego yang membukit, membuat kita tak bisa menyatukan rasa seperti dulu. 

Kini, mengetahui dari kejauhan saja tentang bahagiamu aku sudah sangat bahagia. Melihat gambarmupun sudah luar biasa bahagiaku. Kesuksesanmu yang kini melumbung, akan menjamin masa depanmu nanti. Semoga kau temui benteng yang lebih kokoh di kala gundah menyapamu, bunga yang lebih merekah, dan purnama yang lebih indah. :-)


23 komentar:

  1. wah wah dapet komen pertamax nih

    BalasHapus
  2. Rindu pada siapa Indah? :)

    Hmm, untaian kata yang bagus ^^
    Penaku seakan menari mengikuti tiap kalimatmu.
    Nice :)

    BalasHapus
  3. luar biasa.. :)

    sebuah gambaran tentang rindu yang lekat.. :)

    BalasHapus
  4. doakan yang disana menemukan cahayanya. disini, regar dan terus melangkah. esok akan lebih sejuk menyapa.

    BalasHapus
  5. rindu itu sesuatu yang indah namun ada yang mengganjal benak pikiran jika tidak dipertemukan rindu tersebut menjadi sebuah kenyataan

    BalasHapus
  6. . . waduch,, rindu ma sapa nich?!? eheeeemmm,, eheeeemmm,, he..86x . .

    BalasHapus
  7. aamiin. semoga "kamu" yang dimaksud baca ini. :)

    BalasHapus
  8. suatu saat entah kapan,,
    pasi dia juga merindukan,, tak hanya sekedar mengingat atau memfikir kan

    BalasHapus
  9. q jadi kangen sama seseorang nih jadinya ,, hehe :D

    BalasHapus
  10. 'rasa ini' kayak lagunya the titans sista :D, apakah arti lagunya juga sama dengan curhatan sista ? :D

    Kunjungan perdana, slam kenal :)

    BalasHapus
  11. oo... aku kira judulnya belum pernah menjanda, jadi sempet shock...
    kamu pandai berkata-kata y? kata-katamu keren...

    BalasHapus
  12. Kata2nya bagus, sya suka dgn kata2nya.

    BalasHapus
  13. wah indah orangx indah tulisannya,,,
    tapi bagaimna pun kata2 tidak bisa mewakilkan perasaan yg sedang begemuruh kerinduan,,,

    BalasHapus
  14. nice post :)
    ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

    BalasHapus
  15. ya berarti istirahat perlu tuh.. break.. melihat dari jauh.. masalah akan lebih terlihat jelas dimana titik celahnya.. ehh gitu gak sih?!?! :(

    BalasHapus
  16. Wah,,rindu memang kadang merepotkan apalagi jika yg dirindukan tak peduli,sudah menanak hingga masak rindu malah beranjak seperti malam yang retak.siapa yg pedulu di katakan atau tidak

    BalasHapus
  17. sangat suka dengan gaya tulisan seperti ini :))

    BalasHapus
  18. mba indah yang matanya seperti purnama,hee,,hee baguss
    rindu itu kadang bisa jadi badai ,hati-hati,,
    salam mba

    BalasHapus
  19. mampir lagi nih saya di siang hari bolong :p

    BalasHapus
  20. Subhanallah tulisanmu rapi sekali dan mengalir.. suka!

    Mohon maaf lahir batin ya

    BalasHapus
  21. Wah.. kata-kata nya mba bener-bener bagus, indah banget :')
    oh ya, salam kenal mba, berkunjung ke tempat saya jika berkenan.. ^_^

    BalasHapus