Coretan Dinding

"...kata Shakespeare apalah arti sebuah nama, tapi bagiku nama adalah doa. Indah Purnama; nama yang melambangkan eksistensi Tuhan. Karena-Nya aku masih melangkah mengarungi samudera ilahi tanpa batas, karena-Nya aku ada..."

Sabtu, Maret 10, 2012

Dia adalah Sesosok Mayat

Kini dia hanyalah sesosok mayat, sesosok tubuh di dasar sebuah tanah –pusara-. Walaupun sudah lama sekali ia menghembuskan nafas terakhirnya dan jantungnya telah berhenti berdetak, tapi tak seorang pun mampu melupakannya. Wajah, kening, dan pelipisnya hancur, tulang selangkanya patah, dan matanya penuh darah.  Aku bahkan tidak yakin akan hal itu dua tahun lalu. Aku merasakan sensasi dari wajah orang-orang yang kucintai yang tak mampu berkutik. Melukis kesedihan yang amat mendalam pada bagian diriku yang baka, tulang belulangku terasa remuk menyaksikan wajah yang berlumuran darah yang akhirnya berujung pada sebongkah kepiluan dan ketiadaan.  Lambat laun aku mulai terbiasa dengan ketiadaannya.  Kini, kehidupannya telah kekal berpadu dalam alam kubur.

1 komentar: