Coretan Dinding

"...kata Shakespeare apalah arti sebuah nama, tapi bagiku nama adalah doa. Indah Purnama; nama yang melambangkan eksistensi Tuhan. Karena-Nya aku masih melangkah mengarungi samudera ilahi tanpa batas, karena-Nya aku ada..."

Minggu, Juni 10, 2012

Aku Benci Rasa Ini (Sungguh)

Tak dapat ku pungkiri, memang aku masih memiliki sebongkah rasa untuknya. Sebelanga kasih yang tak dapat aku elak, yang ketika tak mendengar kabarnya aku akan mendesis khawatir. 


Aaaah diriku bodoh bahkan lebih bodoh dari orang awam sekalipun, mengapa harus ku ceritakan sosoknya dalam setiap memoarku. Sementara ia belum tentu merasakan hal yang sama saat ini. Aku tak pantas akan setiap kekhawatiran yang dicipta keadaan setiap tak mendengar kabarnya, karena aku sadar akan keberadaanku di sisinya. Aku tak pantas beringas dan menanyakan hal-hal yang lebih tentang kesehariannya kini termasuk kesibukannya. 

Hingga titik ini, aku sangat benci acapkali kesepian membawaku pada sosoknya,  dan aksara demi aksara mengalir begitu saja untuknya. Aku benci! Ah kau, haruskah ku katakan di hadapanmu langsung dan memukul pundakmu sambil berkata  bahwa aku benci hal ini?! Aku sangat membenci setiap aksara dalam memoarku yang di dalamnya terselip sosoknya, tapi aku tak pernah menyesal telah mengenal sosoknya yang pernah luar biasa di pelupuk mataku.

Dan sungguh aku sangat membenci setiap bait dan syair yang ia rajut yang terselip tentangku di dalamnya. Aku hanya sulit memercayai setiap kata yang kubaca. Seperti itukah adanya? Atau hanya sekadar kata yang ia rajut indah karena memang ia pandai menilik kata-kata yang indah dari  jelmaan rayuan malam?  

Andai saja rasa ini dapat ku tepis, akan ku tepis hingga tak tersisa setitikpun. Tolong ajari aku menghapus rasa yang sampai saat ini masih mengalun deras dalam jiwa!

Tuhan, andai rasa ini memang takdirmu, cukup kau istirahatkan sementara waktu dan menumbuhkannya ketika memang itu sudah waktunya, menjadikannya halal dan menyerasikan setiap kata yang membuahkan kebahagiaan.

27 komentar:

  1. kata ini "Tuhan, andai rasa ini memang takdirmu, cukup kau istirahatkan sementara waktu dan menumbuhkannya ketika memang itu sudah waktunya"

    kapan hari jika sy nulis fiksi sy minjam kata2mu itu yah :)
    suka...

    BalasHapus
  2. semoga rasa itu tidak sia2... berharap si dia suatu saat akan merasakan ketulusan darimu sobat... Amin ^_^

    BalasHapus
  3. wah, dalem bangeet ƪƪ'▿') ('▿'ʃʃ

    BalasHapus
  4. Perasaan emang sukar dimengerti...ditahan percuma biking sesak ,di buang pun susah payah...
    #galau

    BalasHapus
  5. berusaha melupakan itu seperti memberi garam pada luka, semakin melupakannya semakin sakit.

    seiring berjalannya waktu semua itu insyallah akan berlalu tetap semangat

    BalasHapus
  6. Salam kenal blognya dah ku follow#53 follbek ya..

    BalasHapus
  7. Suka banget dengan kalimat ini:

    "Tuhan, andai rasa ini memang takdirmu, cukup kau istirahatkan sementara waktu dan menumbuhkannya ketika memang itu sudah waktunya, menjadikannya halal dan menyerasikan setiap kata yang membuahkan kebahagiaan."

    Salam kenal yaa :)

    BalasHapus
  8. daleemmm banget tuh kata2, ampe bingung dah gue mau komen ape.. hehehe

    BalasHapus
  9. "menjadikannya halal dan menyerasikan setiap kata yang membuahkan kebahagiaan"

    ahai...memukau sekali kalimatnya.

    BalasHapus
  10. jangan pernah menyesal karena memiliki rasa cinta, rindu... itu akan jadi warna yang indah dalam hidupmu, dan akan bisa terlihat jika dirimu bersikap bijaksana...

    salam hangat selalu :)

    BalasHapus
  11. soal mantan..? ato cinta bertepuk sebelah tangan..? :)

    BalasHapus
  12. rasa itu adalah anugrah jadi nikmatilah selagi kamu bisa.. dan belum tentu orang lain bisa merasakan apa yang kamu rasakan #soktau ni hehe

    BalasHapus
  13. setiap kesukaran yang dilalui pasti ada rahmat disebaliknya..

    BalasHapus
  14. perasaan tak selamanya bisa dihilangkan atau dilupakan,,hanya tinggal bagamana kita mengelola rasa itu..:)

    salam EPICENTRUM

    BalasHapus
  15. Endingnya manis banget deh =)

    BalasHapus
  16. perasaan tumbuh dan dipelajari..

    BalasHapus
  17. perasaan tumbuh dan dipelajari..

    BalasHapus
  18. @Sarnisa Anggriani Kadir Okee.. dengan senang hati ^_^

    @Chumhienk™ Allahumma aamiin, Chumhienk™ :-)

    @boland7capzlock Hehe.. Makasih, Deee! ;;)

    @iwan Hehe.. ^_^

    @EbbY bebek Hehe.. That’s right, Ebby.. Andai ada kursus mengubah perasaan.. Hehe-_-

    BalasHapus
  19. @fajar_p_k Iya, Fajar. Harapku semoga demikian-_-

    @Didin Supriatna Followed yaa.. Thanks sudah mampir, kapan2 balik yoo ^_^

    @Sri Efriyanti Az-zahra Harahap Salam kenal balik, Mbaaa ^_^

    @Si Belo Hehe..^_^

    @zachflazz Hehe.. First time kan mampirnya? Salam kenal ^_^

    BalasHapus
  20. @Mbak Iis Cinta itu abstrak, luar biasa :-)

    @brown sugar tapi saya tidak menyesal ko mbak kenal sama dia. Senang malah.. Hadiah dari Allah yang bagiku cukup luar biasa :-)Salam manis mbak, saemanis gula. Hehe

    @affanibnu duaduanya kali ya. Hehe aku gatau jawabnya-_-

    @athief cs betul banget, Tif.. Anugerah yang luar biasa :-)

    BalasHapus
  21. @man Allahumma aamiin. Semoga rahmat itu menghambiri hamba :-)

    @Rizki Pradana Iya, Kiii.. Terima kasih ya :-)

    @Uzay Thanks banget, Zay.. :*

    @yAhEu w'aZza tapi semakin perasaan ini tumbuh dan menjalar, semakin aku takut.. Takut kehilangan.

    BalasHapus
  22. sedih, sakit, kecewa, airmata, dan semua hal tragis yang bisa terjadi, jika itu terjadi karena cinta, akan ada saja keindahannya.. biarpun dalam cerita.

    BalasHapus
  23. Seperti apa yang sobat katakan.. "Sementara ia belum tentu merasakan hal yang sama" jawab saya tentu, apalagi cowok berfikir lebih kepada logika (rasio). Dalam hal ini adalah cinta perasaan kasih (tidak bisa dibohongi) terlebih kepada wanita karena sosok lembut yang memang sudah tertanam berawal dari semua Imam Para Ibu Sitti Siti Aisyah Radiallahhuanhu, yang memang sudah tumbuh dianugerahkan kepada sang segala pencipta Allah Subhanahu WaTa'ala sejak lahir. Menangis ketika keluar "sang daging merah itu, lembut dan suci" tahu betapa kejamnya dunia!!, dirasakan pasti sangat sulit mencari cinta sejati.

    Disini saya hanya ingin bilang "Jangan engkau cintai seseorang melebih cintamu kepada-Nya Allah Subhanahu WaTa'ala" karena hanya Ialah yang maha menentukan dan menciptakan perasaan cinta. Sampai pada waktunya 2 insyan dipertemukan antara wanita dan laki-laki melalui jalan halal untuk mencitai dan dicintai, bersama-sama untuk mencintai Allah Subhanahu WaTa'ala dan Kekasih-Nya Nabai Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Insyan kholifah dalam rumah tangga tegak berada pada shaf paling depan!!, dapat menjadi Iman yang sebaik-baiknya imam bagi dirinya, keluarga (Laki-laki (suami kepada istri-Nya, serta anak-anaknya))hehe.

    Dan jangan pula kamu tanam rasa benci kamu terhadap sesama karena, rasa benci hanya milik para iblis!! dan pengikutnya. yang kekal dalam belenggu api jahanam cerminkan api yang menyala panas bila tersentuh dan jinak bahkan padam ketika air membasuh. Insya Allah... :)

    BalasHapus
  24. keren bangett..
    ini bukan kebodohan, tapi anugerah. aku juga kayak gitu kok :) *ada temennya

    BalasHapus
  25. sulit untuk dimengerti, karena ku tak punya perasaaan >)

    BalasHapus