Tak dapat ku pungkiri, memang aku
masih memiliki sebongkah rasa untuknya. Sebelanga kasih yang tak dapat aku
elak, yang ketika tak mendengar kabarnya aku akan mendesis khawatir.
Aaaah diriku bodoh bahkan lebih
bodoh dari orang awam sekalipun, mengapa harus ku ceritakan sosoknya dalam
setiap memoarku. Sementara ia belum tentu merasakan hal yang sama saat ini. Aku tak
pantas akan setiap kekhawatiran yang dicipta keadaan setiap tak mendengar
kabarnya, karena aku sadar akan keberadaanku di sisinya. Aku tak pantas
beringas dan menanyakan hal-hal yang lebih tentang kesehariannya kini termasuk kesibukannya.
Hingga titik ini, aku sangat
benci acapkali kesepian membawaku pada sosoknya, dan aksara demi aksara mengalir begitu saja
untuknya. Aku benci! Ah kau, haruskah ku katakan di hadapanmu langsung dan memukul
pundakmu sambil berkata bahwa aku benci
hal ini?! Aku sangat membenci setiap aksara dalam memoarku yang di dalamnya
terselip sosoknya, tapi aku tak pernah menyesal telah mengenal sosoknya yang
pernah luar biasa di pelupuk mataku.
Dan sungguh aku sangat membenci
setiap bait dan syair yang ia rajut yang terselip tentangku di dalamnya. Aku
hanya sulit memercayai setiap kata yang kubaca. Seperti itukah adanya? Atau
hanya sekadar kata yang ia rajut indah karena memang ia pandai menilik
kata-kata yang indah dari jelmaan rayuan
malam?
Andai saja rasa ini dapat ku
tepis, akan ku tepis hingga tak tersisa setitikpun. Tolong ajari aku menghapus rasa yang sampai saat ini masih mengalun deras dalam jiwa!
Tuhan, andai rasa ini memang
takdirmu, cukup kau istirahatkan sementara waktu dan menumbuhkannya ketika
memang itu sudah waktunya, menjadikannya halal dan menyerasikan setiap kata
yang membuahkan kebahagiaan.
kata ini "Tuhan, andai rasa ini memang takdirmu, cukup kau istirahatkan sementara waktu dan menumbuhkannya ketika memang itu sudah waktunya"
BalasHapuskapan hari jika sy nulis fiksi sy minjam kata2mu itu yah :)
suka...
semoga rasa itu tidak sia2... berharap si dia suatu saat akan merasakan ketulusan darimu sobat... Amin ^_^
BalasHapuswah, dalem bangeet ƪƪ'▿') ('▿'ʃʃ
BalasHapuscinta..oh cinta...
BalasHapusPerasaan emang sukar dimengerti...ditahan percuma biking sesak ,di buang pun susah payah...
BalasHapus#galau
berusaha melupakan itu seperti memberi garam pada luka, semakin melupakannya semakin sakit.
BalasHapusseiring berjalannya waktu semua itu insyallah akan berlalu tetap semangat
Salam kenal blognya dah ku follow#53 follbek ya..
BalasHapusSuka banget dengan kalimat ini:
BalasHapus"Tuhan, andai rasa ini memang takdirmu, cukup kau istirahatkan sementara waktu dan menumbuhkannya ketika memang itu sudah waktunya, menjadikannya halal dan menyerasikan setiap kata yang membuahkan kebahagiaan."
Salam kenal yaa :)
daleemmm banget tuh kata2, ampe bingung dah gue mau komen ape.. hehehe
BalasHapus"menjadikannya halal dan menyerasikan setiap kata yang membuahkan kebahagiaan"
BalasHapusahai...memukau sekali kalimatnya.
cinta adalah segalanya...
BalasHapusjangan pernah menyesal karena memiliki rasa cinta, rindu... itu akan jadi warna yang indah dalam hidupmu, dan akan bisa terlihat jika dirimu bersikap bijaksana...
BalasHapussalam hangat selalu :)
soal mantan..? ato cinta bertepuk sebelah tangan..? :)
BalasHapusrasa itu adalah anugrah jadi nikmatilah selagi kamu bisa.. dan belum tentu orang lain bisa merasakan apa yang kamu rasakan #soktau ni hehe
BalasHapussetiap kesukaran yang dilalui pasti ada rahmat disebaliknya..
BalasHapusperasaan tak selamanya bisa dihilangkan atau dilupakan,,hanya tinggal bagamana kita mengelola rasa itu..:)
BalasHapussalam EPICENTRUM
Endingnya manis banget deh =)
BalasHapusperasaan tumbuh dan dipelajari..
BalasHapusperasaan tumbuh dan dipelajari..
BalasHapus@Sarnisa Anggriani Kadir Okee.. dengan senang hati ^_^
BalasHapus@Chumhienk™ Allahumma aamiin, Chumhienk™ :-)
@boland7capzlock Hehe.. Makasih, Deee! ;;)
@iwan Hehe.. ^_^
@EbbY bebek Hehe.. That’s right, Ebby.. Andai ada kursus mengubah perasaan.. Hehe-_-
@fajar_p_k Iya, Fajar. Harapku semoga demikian-_-
BalasHapus@Didin Supriatna Followed yaa.. Thanks sudah mampir, kapan2 balik yoo ^_^
@Sri Efriyanti Az-zahra Harahap Salam kenal balik, Mbaaa ^_^
@Si Belo Hehe..^_^
@zachflazz Hehe.. First time kan mampirnya? Salam kenal ^_^
@Mbak Iis Cinta itu abstrak, luar biasa :-)
BalasHapus@brown sugar tapi saya tidak menyesal ko mbak kenal sama dia. Senang malah.. Hadiah dari Allah yang bagiku cukup luar biasa :-)Salam manis mbak, saemanis gula. Hehe
@affanibnu duaduanya kali ya. Hehe aku gatau jawabnya-_-
@athief cs betul banget, Tif.. Anugerah yang luar biasa :-)
@man Allahumma aamiin. Semoga rahmat itu menghambiri hamba :-)
BalasHapus@Rizki Pradana Iya, Kiii.. Terima kasih ya :-)
@Uzay Thanks banget, Zay.. :*
@yAhEu w'aZza tapi semakin perasaan ini tumbuh dan menjalar, semakin aku takut.. Takut kehilangan.
sedih, sakit, kecewa, airmata, dan semua hal tragis yang bisa terjadi, jika itu terjadi karena cinta, akan ada saja keindahannya.. biarpun dalam cerita.
BalasHapusSeperti apa yang sobat katakan.. "Sementara ia belum tentu merasakan hal yang sama" jawab saya tentu, apalagi cowok berfikir lebih kepada logika (rasio). Dalam hal ini adalah cinta perasaan kasih (tidak bisa dibohongi) terlebih kepada wanita karena sosok lembut yang memang sudah tertanam berawal dari semua Imam Para Ibu Sitti Siti Aisyah Radiallahhuanhu, yang memang sudah tumbuh dianugerahkan kepada sang segala pencipta Allah Subhanahu WaTa'ala sejak lahir. Menangis ketika keluar "sang daging merah itu, lembut dan suci" tahu betapa kejamnya dunia!!, dirasakan pasti sangat sulit mencari cinta sejati.
BalasHapusDisini saya hanya ingin bilang "Jangan engkau cintai seseorang melebih cintamu kepada-Nya Allah Subhanahu WaTa'ala" karena hanya Ialah yang maha menentukan dan menciptakan perasaan cinta. Sampai pada waktunya 2 insyan dipertemukan antara wanita dan laki-laki melalui jalan halal untuk mencitai dan dicintai, bersama-sama untuk mencintai Allah Subhanahu WaTa'ala dan Kekasih-Nya Nabai Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Insyan kholifah dalam rumah tangga tegak berada pada shaf paling depan!!, dapat menjadi Iman yang sebaik-baiknya imam bagi dirinya, keluarga (Laki-laki (suami kepada istri-Nya, serta anak-anaknya))hehe.
Dan jangan pula kamu tanam rasa benci kamu terhadap sesama karena, rasa benci hanya milik para iblis!! dan pengikutnya. yang kekal dalam belenggu api jahanam cerminkan api yang menyala panas bila tersentuh dan jinak bahkan padam ketika air membasuh. Insya Allah... :)
keren bangett..
BalasHapusini bukan kebodohan, tapi anugerah. aku juga kayak gitu kok :) *ada temennya
sulit untuk dimengerti, karena ku tak punya perasaaan >)
BalasHapus